Rencana Kembangkan Fitur Anti Lacak Untuk Android, Google Ikuti Apple ? - Andro-ID

Senin, 08 Maret 2021

Rencana Kembangkan Fitur Anti Lacak Untuk Android, Google Ikuti Apple ?

ANDRO-ID : Google dikabarkan sedang merencanakan untuk mengembangkan sistem anti lacak pada Android. Fitur ini mirip seperti milik Apple yaitu App Tracking Transparency.


Google Ikuti Apple Rencana Kembangkan Fitur Anti Lacak Untuk Android

Bloomberg merilis laporan bahwa beberapa waktu lalu ada tekanan dari beberapa perusahaaan teknologi agar Google lebih proaktif dalam melindungi privasi penggunanya.


Mengutip berita dari The Verge, Google memang belum mengkonfirmasi hal ini secara pasti. Tapi juru bicara perusahaan mengatakan pihaknya memang terus mencari cara untuk meningkatkan keamanan dan privasi pengguna.


"Kami selalu mencari cara untuk bekerja dengan pengembang meningkatkan standar privasi sambil tetap menjalankan ekosistem aplikasi yang didukung iklan secara sehat," ungkap juru bicara Google.


Sedikit informasi bahwa App Tracking Transparency milik Apple pertama kali diluncurkan saat konferensi pengembang Apple pertengahan tahun 2020 lalu. Fitur ini wajib disematkan di iOS 14.4 oleh para pengembang.


Fitur ini memiliki kemampuan dalam mengetahui informasi apa saja yang dilacak oleh sebuah aplikasi atau situs yang dikunjungi. Dan pengguna juga dapat memblokir pengiklan sehingga tidak dapat melacak privasi mereka di sejumlah aplikasi.


Tentang Fitur Anti Lacak


Craig Federighi selaku Senior Vice President of Software Engineering Apple mengungkapkan bahwa para pengguna harus tahu kapan mereka dilacak dan informasi apa saja yang akan dilacak oleh aplikasi dan situs web.


"Kami akan mulai mewajibkan semua aplikasi yang ingin melakukannya untuk mendapatkan izin eksplisit penggunannya. Pengembang yang gagal memenuhi standar tersebut dapat dihapus dari App Store," kata Federighi di European Data Protection and Privacy Conference.


Fitur seperti ini akan bekerja dengan cara menampilkan sebuah pop-up saat menjalankan aplikasi atau situs web yang berisi keterangan "Ingin mendapatkan izin untuk melacak data pribadi anda diseluruh aplikasi atau situs web milik perusahaaan lain". Dan selanjutnya pengguna dapat menentukan untuk memberi izin atau menolaknya.


Namun kontroversi tak lepas begitu saja. Banyak perusahaan besar menolak fitur seperti ini. Mengingat bahwa pengiklan ingin menampilkan iklan sesuai dengan demografi, lokasi, usia, hobby dan history browser dari pengguna. Sehingga pengiklan mampu menargetkan iklan yang ditampilkan secara relevan sesuai minat pengguna.


"Ketika pelacakan mengganggu model bisnis Anda, Anda cenderung tidak akan menerima transparansi dan pilihan pelanggaan," tutur Federighi.


Efektivitas Iklan


Melanjutkan berita tersebur Federighi mengatakan bahwa seharusnya industri mampu beradaptasi dan menyediakan iklan yang efektif tanpa pelacakan yang mengganggu.


"Melakukan hal ini dengan benar akan membutuhkan waktu, kolaborasi, mendengarkan, dan kerjasama sejati di seluruh ekosistem teknologi. Tapi kami yakin hasilnya akan transformatif," Pungkasnya.


Kita tunggu aja bagaimana langkah selanjutnya yang akan diambil pihak Google. Tentu dengan cara bagaimana agar privasi pengguna dan ekosistem pengembang aplikasi atau para pengiklan tetap terjaga dengan baik.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda